GENERASI MILENIAL KOK NGIKUT CHALLENGE?

Sebagai generasi milenial, kata "challenge" sudah tidak terdengar asing lagi bukan? Apalagi dijaman ini sudah didukung oleh berbagai macam sosial media yang dapat meningkatkan eksistensi "challenge" ditengah-tengah kaum generasi milenial. Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, "challenge" adalah kata yang berasal dari bahasa inggris yang berarti sebuah tantangan. Tidak sedikit generasi milenial langsung tertarik setelah mendengar kata "challenge" ini. Tetapi tunggu dulu, yakin dibilang generasi milenial? Kok challenge dikit, ngikut, challenge itu, kepo, challenge ini, coba biar trend, akhirnya? Meninggal. Apakah ini generasi milenial?

Disepanjang tahun, challenge sudah berterbaran di sosial media. Pada awalnya challenge diciptakan sebagai hiburan bagi seseorang yang kemudian diikuti oleh pihak lain untuk mendapatkan sebuah popularitas. Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid, para remaja rentan menjadi “korban” sebuah challenge dari media sosial karena kelompok usia ini suka meniru apa yang dianggap keren menurut dirinya. Apalagi jika challenge itu sebelumnya sudah dilakukan temannya, yang kemudian disusul keinginan untuk mengikutinya tanpa memikirkan akibatnya. Menurut dr. Resthie, secara psikologis, anak berusia 10-17 tahun senang meniru dan mengikuti hal yang mereka anggap keren. Apalagi saat permainan ini menjadi viral di media sosial, remaja menjadi semakin tertantang untuk mencobanya. Serta melakukan apa yang sudah dilakukan oleh teman bisa membuat euforia dalam diri remaja. Hal ini bisa saja menimbulkan rasa senang. Lalu, adrenalin akan naik yang menyebabkan seseorang merasa sangat gagah ketika sudah menaklukkan suatu challenge.

Challenge sudah menjadi hal yang sering diperbincangkan diberbagai media dimulai dari berita di televisi hingga sosial media ataupun internet. Challenge sudah sering "menghantui" bahkan memakan banyak korban, dan berikut adalah beberapa challenge yang sempat menjadi "Trending" hingga menyebabkan kematian:

1. Momo Challenge

Challenge yang sedang viral baru-baru ini adalah Momo Challenge. Challenge yang satu ini berawal dari Facebook dan YouTube. Melalui media sosial tersebut, kita diminta untuk menambahkan nomor Momo ke akun Whatsapp yang kita miliki. Setelah itu, Momo akan mengirimkan tantangan yang harus diselesaikan dalam beberapa hari. Di hari terakhir, korban akan ditantang oleh Momo untuk bunuh diri. Jika kita tidak melakukan tantangan yang diberikan, Momo akan meneror kita dengan ketakutan-ketakutan tanpa henti. Sampai berita ini ditulis, seorang remaja di Argentina meninggal dunia karena mengikuti tantangan tersebut.

2. Ice Bucket Challenge
Tahun 2014 lalu, Ice Bucket Challenge menjadi viral dan dilakukan oleh banyak orang, termasuk selebritas. Tantangan ini mengharuskan kita untuk menyiramkan es atau air dingin satu ember ke atas kepala. Sebenarnya Ice Bucket Challenge merupakan salah satu bentuk penggalangan dana untuk penelitian penyakit Lou Gehrig’s Disease. Setiap video yang diunggah disertai dengan donasi sebesar $10-$100. Namun, tantangan ini menjadi berbahaya karena tersiram air dingin dapat menyebabkan serangan jantung hingga kematian.

3. Skip Challenge
Permainan ini sebenarnya sudah lama dikenal sebelum kemunculan platform Youtube. Setelah platfrom video online banyak digunakan, challenge ini dengan cepat tersebar ke seluruh dunia. Challenge ini bertujuan untuk membuat seseorang pingsan dengan sengaja menahan nafas dan menekan dada pemain hingga pingsan. Kasus kematian pernah terjadi akibat permainan ini. Seorang remaja bernama David Nuno meninggal setelah terjatuh ketika pingsan dan mengenai gelas yang melukai lehernya.

4. Blue Whale Challenge
Sebelum tantangan momo viral, sebelumnya sudah ada yang namanya blue whale game. Blue whale game populer di dunia maya kira-kira pada tahun 2016. Mirip seperti momo challenge, blue whale game tidak memiliki tantangan yang spesifik karena pengirim tantangan yang anggapannya sebagai admin blue whale, mengirimkan sederet tantangan yang harus diselesaikan oleh orang yang melakukannya. Tantangan dari blue whale terbilang beragam. Biasa dimulai dari tantangan yang mudah, sampai tantangan yang membahayakan. Dipercaya bahwa tantangan blue whale ini dimulai di Rusia. Yang terpengaruh kebanyakan adalah anak kecil. Anak kecil yang masih belum berpikir jauh ini diharuskan menyelesaikan tantangan demi tantangan dalam jangka waktu tertentu hingga akhirnya ada yang berujung dengan kematian. Di beberapa negara akhirnya melakukan usaha untuk mencegah tantangan ini semakin menyebar luas dan mempengaruhi anak-anak.
  
Sebenarnya masih banyak challenge yang telah meracuni psikologis dan menyebabkan kehilangan akal sehat sehingga terjerumus ke arah yang salah. Dalam kasus ini, peran orang tua sangatlah diperlukan dalam membimbing, mendidik dan mengawasi tingkah laku anak di dunia maya maupun di dunia nyata, karena pada umumnya korban dari challenge adalah anak yang kurang mendapat perhatian dari orang tua, sehingga mereka akan mencari kesibukan lain. 

Selain disebabkan oleh faktor kurangnya perhatian orang tua, adapula faktor "kesengajaan" untuk mengikuti challenge agar dapat diakui di masyarakat. Apakah tidak ada cara lain selain mengikuti sebuah challenge? Challenge hanya dapat memperbudak diri sendiri sehingga kalian menjadi korban. Popularitas tidak selamanya abadi, dan ingatlah akan dirimu sendiri dan orang sekitarmu. Untuk apa mengikuti challenge hanya ingin mendapatkan popularitas? 

Generasi milenial adalah generasi cerdas penerus bangsa. Janganlah sekali-kali mengikuti challenge yang hanya dapat mempermalukan diri kalian. Mengikuti challenge untuk mengikuti perkembangan jaman tidaklah masalah tapi ingat bahwa akan adanya batasan. 

Generasi milenial, ngikut challenge? Gak jaman.
Generasi milenial, itu challenge mengejar prestasi untuk popularitas dong!

Comments

Popular posts from this blog

Lomba Esai Berhadiah Jutaan Rupiah di Event FMBPI

FMBI SejutaCita, Festival Mahasiswa dan Pelajar Terbesar di Indonesia

Open Recruitment RelawanCita All Stars by SejutaCita